BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Jenjang pendidikan lanjut diploma III program studi
teknik mesin tidak hanya diberikan materi dalam bentuk teori, tetapi juga
penerapan kedalam dunia industri dimana para lulusannya dapat mengasah
kemampuannya dalam menyelesaikan masalah yang dialami oleh perusahaan dan
mengambil manfaat berupa ilmu-ilmu yang terkandung didalamnya. Dalam hal ini
dunia perkuliahan tidak mampu memberikan pengalaman dalam penyelesaian
masalahnya, oleh karena itu mahasiswa diharuskan terjun langsung ke dunia
industri sebagai gambaran terhadap masalah yang akan dihadapi. pada dasarnya
terdapat hubungan yang saling menguntungkan antara dunia industri dan dunia
pendidikan, dimana dunia industri menyediakan lapangan pekerjaan dengan
berbagai permasalahannya sedangkan dunia pendidikan menyediakan sumber daya
yang diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan dengan berbagai macam
pendekatan.
Melalui program Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang
selenggarakan Jurusan Teknik Mesin Politeknik Gunakarya Indonesia pada semester
V, penulis selaku mahasiswa magang di PT.Gunjaya Dua Bersaudara selama 1 bulan
diharapkan agar siap untuk terjun ke dunia industri kelak melalui pengembangan
ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Selain itu dapat beradaptasi dengan
teknologi yang digunakan di dalam dunia industri saat ini. Teknologi memiliki
arti sebagai proses, alat, metode, produser, dan piranti yang digunakan untuk
memproduksi barang dan jasa. Pemilihan teknologi akan mempengaruhi desain
pekerjaan, produktivitas, kualitas, dan strategi perusahaan.
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan
umum
Secara umum
tujuan (PKL) pada program Diploma III adalah berkaitan dengan misi program
Diploma untuk menghasilkan lulusan dengan keterampilan teknis yang tinggi di
bidang kompetensi jurusan masing-masing.
1.2.2 Tujuan
khusus
1.
Agar mahasiswa memahami penerapan
keilmuan yang telah dipelajari selama mengikuti kuliah/laboratorium.
2.
Mengasah kemampuan mahasiswa
menyelesaikan masalah (problem solving), yang dihadapi perusahaan sehari-hari
dengan menggunakan perangkat-perangkat yang telah dipelajari.
3.
Membiasakan mahasiswa dengan kultur
kerja yang sangat berbeda dengan kultur belajar dari segi manajemen waktu,
keterampilan, komunikasi, dan kerjasama tim serta tekanan yang lebih tinggi
untuk menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu.
4.
Disamping manfaat bagi mahasiswa peserta
PKL, program PKL pada jurusan
masing-masing dirancang untuk juga memberi manfaat bagi perusahaan
tempat PKL.
1.3 Tempat
Dan Waktu Magang
1.3.1 Tempat
Magang
Adapun
tempat pelaksanaan magang, PT Gunjaya Dua Bersaudara yang berlokasi di Jln. Raya Kedaung - BKKBN Rt 001 Rw 06 No. 55 Cimuning Kec. Mustika Jaya – Bekasi.
1.3,2 Waktu Magang
Pelaksanaan magan industri atau PKL
dilakasanakan pada tanggal 13 desember 2016 hingga 14 Januari 2017.
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN TEMPAT
PKL
2.1 Profil
Perusahaan
|
DATA UMUM
PERUSAHAAN
|
|||||
|
NAMA PERUSAHAAN
|
:
PT. GUNAJAYA DUA
BERSAUDARA
|
||||
|
ALAMAT
|
:
Jln. Raya Kedaung - BKKBN Rt 001 Rw
06 No. 55 Cimuning Kec. Mustika Jaya – Bekasi
|
||||
|
TELEPON/FAX
|
: 021-82602451/021-8252517
|
||||
|
E-MAIL
|
|||||
|
LEGALITAS
PERUSAHAAN
|
|||||
|
AKTA PENDIRIAN
|
: SK MENKEH &
HAM RI NO.
C- 34.HT.03.02.TH.2004
|
||||
|
SK
BADAN PERTANAHAN NASIONAL NO. 12-X.A.2005
|
|||||
|
SIUPP
|
: NO.510/PK/1480/BPPT.4
|
||||
|
NPWP
|
: 21.089.025.7-432.000
|
||||
|
VISI
|
|||||
|
Mengembangkan industri
permesinan dengan teknologi dan mangement manufacture moderen untuk
menghasilkan produk :
|
|||||
|
1.
Berkualitas yang tinggi
2.
Harga yang kompetitif
3.
Ketepatan waktu pengiriman
4.
Kemampuan beradaptasi terhadap perusahaan
|
|||||
|
MISI
|
|||||
|
Menjalin Kemitraan
dan kesejahteraan demi kesuksesan Usaha bersama
|
|||||
|
SEJARAH
|
|||||
|
Cv.Gun jaya teknik
adalah Perusahaan yang dikembangkan dari rintisan industri Manufacture kecil.
Berdiri sejak Tahun 2004,dengan jumlah karyawan 2 orang. Tidak kurang dari 30
Perusahaan di sekitaran Bekasi,Bogor,Jakarta,
Hingga Karawang
telah menjaadi mitra bisnis kami, di antaranya :
1.PT. Astra
Otoparts Tbk
2.PT. Enkei
Indonesia
3.PT. Aisan Nasmoco
Industry
4.PT. Yamaha
Indonesia
Hingga sekarang
Jumlah Karyawan Cv.Gun jaya teknik Mencapai 25 orang yang ahli di bidang
masing-masing,selain itu semakin di modernisasi dengan menambah jumlah mesin
CNC dengan kapasitas dan kualitas tinggi.
2.2 Struktur Organisasi Perusahaan Dan Tugas
Departemen
![]() |
|||||
|
|
|||||
2.3 Keselamatan
Dan Kesehatan Kerja
Dalam suatu lingkungan pekerjaan keselamatan kerja
adalah faktor yang paling penting disamping faktor-faktor lainnya. Keselamatan
kerja mutlak diperlukan bagi seorang pekerja, supaya ia bisa bekerja secara
aman dan nyaman. Setiap karyawan wajib mendapatkan jaminan keselamatan dalam
bekerja. Setiap karyawan akan mencintai pekerjaannya dengan adanya jaminan
keselamatan dan kesehatan dalam pekerjaannya, dengan demikian produktifitas
akan meningkat dan sesuai denga target yang direncanakan.
Keselamatan kerja menyangkut aspek seorang pekerja
(karyawan), orang disekitarnya, mesin yang digunakan dan lingkungan tempat
bekerja, dan masyarakat sekitar lokasi industri). Pemerintah juga mengatur
tentang keselamatan dan kesehatan kerja di industri sebagai jaminan hukum
antara hubungan perusahaan, pekerja, dan lingkungan masyarakat di sekitar area
pabrik.
Beberapa keselamatan dan keselamatan kerja yang
telah diatur dalam undang-undang antara lain :
1.
Semua pihak (pekerja dan perusahaan)
wajib menaati ketentuan-ketentuan tentamg keselamatan dan kesehatan kerja.
2.
Karyawan wajib menaati prosedur dan
langkah-langkah keselamatan kerja yang telah ada dan ditentukan bagi pekerjaannya
masing-masing, termasuk dalam menggunakan alat-alat pelindung keselamatan dan
kesehatan kerja yang diperuntukan bagi karyawan tersebut serta wajib menjaga
alat-alat tersebut.
3.
Tidak dibenarkan merokok di area pabrik,
gudang atau tempat lainnya dimana terdapat tulisan DILARANG MEROKOK, kecuali
ditepat yang ditempat yang telah disediakan oleh perusahaan.
4.
Setiap karyawan wajib berusaha untuk
menghindarkan segala kemungkinan yang dapat mendatangkan kecelakaan, baik bagi
dirinya sendiri maupun bagi orang disekitarnya dan lingkungan.
BAB III
PEMBAHASAN
CARA MENGOPERASIKAN MESIN CNC
MILLING
3.1 Prinsip Dasar CNC Milling Machine
Mesin perkakas CNC adalah mesin perkakas yang dalam pengoperasian adalah
proses penyayatan benda kerja oleh pahat dibantu dengan kontrol numerik
komputer atau CNC ( Computer Numerical Control ).Untuk menggerakkan pahat pada
mesin perkakas CNC disepakati menggunakan sistem koordinat.
Sistem koordinat pada mesin CNC
milling adalah sistem koordinat dengan tiga sumbu/axis yaitu sumbu X , Y dan
sumbu Z. Sumbu X didefinisikan sebagi sumbu yang bergerak horizontal, Sumbu Y
didefinisikan sebagai sumbu yang bergerak melintang, dan sumbu Z didefinisikan
sebagai sumbu yang bergerak vertikal.
Milling process adalah sebuah proses permesinan dimana alat potong
atau cutting tool berputar pada spindle nya dan benda kerja bergerak
kearah memanjang dan melintang sejauh pemotongan yang di inginkan.
3.2 Standar Keselamatan Kerja
Sebelum
mempelajari tentang proses permesinan dengan mesin CNC, maka ada beberapa hal
yang perlu diperhatikan untuk menghindarkan hal-hal yang akan mengakibatkan
kecelakaan kerja maupun kerusakan mesin.
- Gunakan pakaian kerja yang pas dibadan, jangan terlalu longgar, buang atau rapikan bagian-bagian pakaian yang menjuntai
- Gunakan selalu sepatu keselamatan (safety shoe)
- Gunakan kacamata pelindung ketika berhadapan dengan mesin yag sedang beroperasi
- Jangan terlalu dekat dengan meja mesin di saat Pergantian Tool Otomatis (Auto Tool Change) berlangsung.
- Jangan mengganti tool di magazine tool pada saat mesin beroperasi
- Jangan membersihkan chip, terutama yang berada di meja mesin pada saat mesin beroperasi
- Jangan membuka pintu panel (bagian belakang mesin) pada saat mesin sedang beroperasi
- Jangan menggunakan sumber arus yang cepat berubah seperti arus yang dipakai oleh mesin las di area yang berdekatan dengan mesin CNC.
- Apabila terjadi hal hal yang tidak diinginkan pada saat mesin sedang beroperasi, hentikan mesin segera dengan menekan tombol Emergency Stop.
- Hentikan putaran mesin dan pergerakan meja maupun spindle sebelum memasuki mesin untuk penggantian part mesin, pembersihan, ataupun penyesuaian.
- Matikan mesin sebelum melakukan perbaikan mesin
- Hindarkan sirkuit atau kabel yang terbuka tanpa pengaman.
- Bersihkan dinding taper (miring) pada bagian dalam spindle arbor. Hal ini harus benar benar diperhatikan agar keakurasian pemotongan cutter dapat terjamin
- Perhatikan pencekaman benda kerja. Jika benda kerja di cekam pada fixture ataupun pada meja mesin, pastikan pencekamannya kuat.
- Pengoperasian tombol panel. Jangan menekan tombol ataupun switch dengan memakai sarung tangan
- Jangan menyentuh chips dengan tangan telanjang, gunakan sarung tangan
- Jaga kebersihan lantai di sekitar mesin.
- Pastikan koridor/gang/jalan disekitar mesin bersih dari barang-barang yang menghalangi.
- Ingatkan rekan kerja soal keselamatan kerja dan kebersihan area kerja
- Pastikan hanya operator yang ditunjuk yang boleh mengoperasikan mesin.
- Jangan mengoperasikan mesin, kecuali yakin tidak akan membahayakan diri dan rekan kerja,
- Jangan meletakkan tool dan alat perlengkapan di dalam mesin yang sedang beroperasi.
- Kembalikan tool dan alat ke tempat semula setelah dipakai.
- Jangan menyentuh bagian mesin yang berputar.
- Jangan memposisikan anggota badan pada celah mesin pada saat mesin sedang beroperasi.
- Jangan membersihkan atau melumasi bagian mesin pada saat mesin sedang
- beroperasi.
- Jangan membersihkan bagian mesin yang berputar menggunakan kain lap.
- Jangan melepas label peringatan yang telah ditempelkan di mesin.
- Jangan memakai perhiasan saat mengoperasikan mesin, seperti cincin, gelang, kalung maupun sejenisnya.
- Mengerti, hafal dan paham akan aturan keselamatan kerja
- Biasakan berdoa sebelum bekerja
3.3 Komponen-komponen mesin
3.3.1 Meja
mesin
Mesin
milling CNC bisa bergerak dalam 2 sumbu yaitu sumbu X dan sumbu Y. Untuk
masing-masing sumbunya, meja ini dilengkapi dengan motor penggerak, ball
screw plus bearing dan guide way slider
untuk akurasi pergerakannya. Untuk pelumasannya, beberapa mesin menggunakan
minyak oli dengan jenis dan merk tertentu, dan beberapa mesin menggunakan grease.
Pelumasan ini sangat penting untuk menjaga kehalusan pergerakan meja, dan
menghindari kerusakan ball screw, bearing atau guide
way slider. Untuk itu pemberian pelumas setiap hari wajib
dilakukan kecuali mesin tidak digunakan. Meja ini bisa digerakkan secara manual
dengan menggunakan handle eretan.

Meja mesin
3.3.2 Spindle mesin
Spindle mesin
merupakan bagian dari mesin yang menjadi rumah cutter. Spindle
inilah yang mengatur putaran dan pergerakan cutter pada sumbu Z. Spindle
inipun digerakkan oleh motor yang dilengkapi oleh transmisi berupa belting
atau kopling. Seperti halnya meja mesin, spindle ini juga bisa
digerakkan oleh handle eretan yang sama. Pelumasan untuk spindle
ini biasanya ditangani oleh pembuat mesin. Spindle inilah yang memegang arbor
cutter dengan batuan udara bertekanan.
Spindle
mesin
3.3.3 Magasin Tool
Satu program
NC biasanya menggunakan lebih dari satu tool/cutter dalam satu
operasi permesinan. Pertukaran cutter yang satu dengan yang lainnya
dilakukan secara otomatis melalui perintah yang tertera pada program. Oleh
karena itu harus ada tempat khusus untuk menyimpan tool–tool yang
akan digunakan selama proses permesinan.
Magasin Tool
adalah tempat peletakkan tool/cutter standby yang akan digunakan dalam satu
operasi permesinan. Magasin tersebut memiliki banyak slot untuk banyak tool,
antara 8 sampai 24 slot tergantung jenis mesin CNC yang digunakan.
Tool
Magazine
3.3.4 Monitor
Pada bagian
depan mesin terdapat monitor yang menampilkan data-data mesin mulai dari setting
parameter, posisi koordinat benda, pesan error, dan lain-lain.
Monitor
3.3.5
Panel Control
Panel
control adalah kumpulan tombol-tombol panel yang terdapat pada bagian depan
mesin dan berfungsi untuk memberikan perintah-perintah khusus pada mesin,
seperti memutar spindle, menggerakkan meja, mengubah setting parameter,
dan lain-lain. Masing-masing tombol ini harus diketahui dan dipahami betul oleh
seorang CNC Setter
Panel
kontrol
3.3.6
Coolant hose
Setiap mesin
pasti dilengkapi dengan sistem pendinginan untuk cutter dan benda kerja.
Yang paling umum digunakan yaitu air coolant dan udara bertekanan, melalui
selang yang dipasang pada blok spindle.
Coolant hose
Ke-enam
komponen tersebut harus dipelajari terlebih dahulu dan dipahami sebelum
melangkah ke bab berikutnya.
3.4 Perawatan mesin
Bab ini
sangat penting untuk dipahami. Pelajari terlebih dahulu cara merawat mesin
dengan benar, baru kemudian belajar cara pengoperasiannya. Bagian-bagian yang
harus dirawat antara lain : Kebersihan bodi mesin, Pelumas ball screw
meja, pelumas untuk silinder udara pada spindle (apabila ada), saringan
udara pada dinding panel belakang, dan lain-lain.
3.4.1
Pelumas ball screw
Beberapa
mesin menggunakan oli sebagai pelumas, pelumas ini biasanya ditampung dalam
tabung plastik yang ditempatkan di bagian belakang mesin. Tabung ini dilengkapi
dengan sensor yang terhubung dengan mesin yang akan memberikan peringatan
apabila jumlah oli sudah tidak mencukupi. Jumlah oli pelumas ini harus di
periksa setiap hari dan ditambah apabila perlu . Jenis oli yang bisa digunakan
antara lain Vactra Oil no 2, ESSO K68, Shell T68. Beberapa perusahaan
menggunakan oli Hidrolik no 32, namun hal ini tidak dianjurkan. Satu hal yang
juga sangat penting dilakukan terkait dengan pelumas ball screw ini adalah
kepastian terdistribusikannya pelumas ini secara merata ke tempat-tempat yang
seharusnya. Pelumas ini di distribusikan dari tabung belakang menuju meja mesin
melalui pipa kecil dengan bantuan pompa. Apabila ada measalah dengan sistem
distribusi, maka meja aka bergerak tanpa pelumas, akibatnya dalam waktu singkat
ball screw akan rusak (aus, terbakar, dll), bearing akan hancur, dan biaya yang
dikeluarkan untuk memperbaikinya akan sangat mahal. Pastikan bahwa pelumas
terdistribusi dengan benar dengan cara membuka tutup meja secara periodik dan memeriksa
apakah pelumas terdistribusi dengan benar. Lakukan pemeriksaan ini sebulan
sekali. Gejala awal dari kerusakan ball screw atau bearing dapat
dideteksi dari bunyi kasar yang dikeluarkan meja ketika meja digerakkan.
Lakukan segera pemeriksaan apabila ini terjadi.
Ball Screw
Tabung pelumas
3.4.2
Pelumas Guide way slider
Mesin Milling
CNC memiliki 4 buah Guide way slider, yaitu perangkat yang
menyangga semua beban berat meja, dan membawa meja bergerak ke sumbu dan
Y. Guide way ini bertanggung jawab atas akurasi pergerakkan meja
dan kemulusan gerakannya. Hubungan antara guide way, rel landasan
dan meja mesin adalah mutlak sliding fit, tidak diperkenankan
adanya kelonggaran sedikitpun. Apabila itu terjadi, maka akurasi pergerakan
akan melenceng jauh, dan bearing serta ball screw akan cepat
rusak. Untuk menjaga konsistensinya, pergerakan guide way ini
juga harus selalu dibantu oleh pelumas. Kebanyakan mesin menyatukan pelumas ini
dengan pelumas pada ball screw. Tetapi ada beberapa mesin yang
memisahkannya. Untuk tipe mesin ini Anda harus memeriksa distribusi pelumasan
juga secara terpisah.
Guide Way
Slider
3.4.3
Pelumas untuk Silinder udara bertekanan pada proses ATC
(Auto Tool Change)
Pada proses
ganti tool secara otomatis, mesin menggunakan pneumatic cylinder
yang dibantu udara bertekanan (angin) sebagai tenaganya. Udara bertekanan itu
mendorong poros yang ada didalam Cylinder yang pada gilirannya akan
mendorong tuas pada magasin untuk mengeluarkan tool. Untuk cylinder
inipun dibutuhkan pelumas yang harus selalu kita periksa kecukupannya. Pelumas
ini biasanya diletakkan pada tabung plastik kecil yang diletakkan di depan
cylindernya. Meskipun pelumas untuk cylinder ini sangat awet, bisa
bertahan sampai bertahun-tahun tanpa harus ditambah, tetapi pemeriksaan secara
periodik tetap harus dilakukan untuk mengantisipasi kebocoran. Jenis pelumas
untuk cylinder ini bisa menggunakan oli hidrolik no.32, oli yang sama
yang biasa digunakan pada mesin jahit.
Pelumas ATC
Pneumatic Cylinder
3.4.4
Saringan udara panel belakang mesin.
Pada bagian
belakang mesin terdapat panel tempat menyimpan perangkat keras mesin tersebut.
Panel tersebut berisi kartu pengatur (untuk spindle, motor servo,
amplifier), relay dan lain-lain. Pada saat mesin
dihidupkan, hal ini akan meningkatkan suhu pada ruangan dalam, oleh karena itu
pada pintu panel belakang biasanya dipasang satu exhaust fan yang
menarik udara luar ke dalam ruangan panel selama mesin di hidupkan. Pada pintu fan
ini di pasang filter mat untuk menyaring debu yang ikut tertarik,
dan filter ini akan cepat sekali kotor tertutup debu (tergantung dari
lingkungan ruangan mesin ditempatkan). Apabila filter ini tersumbat
debu, fan akan gagal mendinginkan ruangan panel, dan akibatnya hardware
dalam ruangan panel akan mengalami overheat dan mengalami kerusakan.
Bersihkan filter fan pada pintu ruangan panel belakang SETIAP
HARI.
Saringan
udara panel masin
3.4.5
Tangki Coolant
Setiap mesin
memiliki tangki khusus untuk penampungan coolant (pendingin) dengan
kapasitas yang berbeda-beda, berkisar antara 200 hingga 700-an liter air,
tergantung dari ukuran mesin. Alur yang terjadi pada proses pendinginan benda
kerja oleh coolant adalah sebagai berikut : coolant pada tangki
ditarik oleh pompa menuju inlet yang terpasang pada (biasanya blok spindle
mesin) melalui selang fleksible. Inlet akan mengeluarkan coolant
ke arah benda kerja atau tool (tergantung arah yang dinginkan operator)
dengan kapasitas semburan yang bisa di atur. Coolant tersebut kemudian
akan mengalir kembali ke dalam tangki coolant yang berada di bagian
bawah mesin. Pada saat coolant kembali mengalir ke tangki penampungan,
chip yang halus akan ikut terbawa masuk karena ukurannya yang kecil sehingga
bisa masuk ke celah yang kecil dan berbobot cukup ringan sehingga mudah terbawa
arus coolant. Tumpukan chip halus pada tangki coolant
dalam jumlah banyak akan mengakibatkan tersumbatnya saluran keluar dari tangki
menuju selang, dan akibatnya coolant tidak akan keluar dari inlet.
Permesinan pada material logam HARUS SELALU MENGGUNAKAN COOLANT.
Bersihkan tangki secara periodik (2 minggu sekali atau sebulan sekali,
tergantung dari produktifitas mesin dan jenis material yang digunakan).
Tanki
Coolant
Selain
perawatan rutin komponen di atas, kebersihan bodi mesin secara keseluruhan
harus dijaga SETIAP HARI KERJA tanpa kecuali.
3.5 Tombol pada panel control
Panel
kontrol adalah pusat pemerintahan dari mesin CNC. Dari panel kontrol inilah
semua perintah pergerakan mesin dikeluarkan. Setiap Setter mutlak harus
memahami semua fungsi dari panel kontrol.
3.5.1 Panel
Kontrol CNC Milling Machine
Pada prinsip nya
kontrol panel pada setiap merk mesin CNC Milling memiliki kesamaan fungsi dan
kegunaan, hanya saja perbedaan biasanya berada pada jenis tombol yang di pakai
dan ada pula beberapa fungsi tombol yang fungsi dan kegunaannya merupakan
gabungan dari beberapa tombol pada panel lain. Dikarenakan fungsi dan kegunaan
dari setiap tombol dalam kontrol panel memiliki kesamaan sehingga Dalam
penjelasan panduan ini akan mengacu pada penggunaan mesin CNC Milling Merk
Tongtai (Topper-TMV-720A) dengan control FANUC. Berikut gambar kontrol panel
mesin CNC Milling merk Tongtai :
3.5.2
Fungsi dari masing-masing
tombol pada panel
EMERGENCY
STOP : Untuk menghentikan semua sistem operasi pada mesin.
EDIT
: Digunakan untuk memperbaiki atau membuat program baru atau untuk input
dan output dari external device
MEMORY
: Pilihan untuk menjalankan eksekusi dari program yang telah di buat (
AUTO MODE)
MDI
: Pilihan mode untuk mode MDI ( Manual Data Input )
HANDLE
: Digunakan untuk mengatur pergerakan sumbu/axis secara manual menggunakan
handle
JOG
: Digunkan untuk mengatur pergerakan sumbu/axis secara manual, kecepatan
pergerakan diatur menggunakan “Feedrate Override”. Dan pergerakan sumbu/axis
diatur menggunakan switch axis select dan tombol
RPD
: Digunkan untuk mengatur pergerakan sumbu/axis secara manual, kecepatan
pergerakan diatur menggunakan “Rapid Override”. Dan pergerakan sumbu/axis
diatur menggunakan switch axis select dan tombol
ZRN
: Digunakan untuk mengembalikan sumbu/axis ke sumbu awal mesin atau titik
0 pada mesin.
Regulation
: Digunakan untuk mengurangi atau menambah kecepatan putaran spindle
secara manual
Coolant Key
: Digunakan untuk mengidupkan coolan secara manula ataupun otomatis
Feedrate
Override : Digunakan untuk mengubah kecepatan pemakanan antara 0-150% dari
kecepatan atau feeding yang diatur ddidalam program pada saat mesin dalam mode
otomatis atau MDI dan mengatur kecepatan pergerakan sumbu/axis yang di lakukan
secara manual pada saat mesin dalam mode JOG
Spindle
Speed : Digunakan untuk mengubah rpm dari spindle mesin antara 50-120 %.
Digunakan
untuk mengatur kecepatan pergerakan pemakanan “G0” yang diatur di dalam
program.
1%
: Kecepatan pemakanan 1% dari kecepatan yang diatur pada program atau
mesin
5%
: Kecepatan pemakanan 5% dari kecepatan yang diatur pada program atau
mesin
25/50%
: Kecepatan pemakanan 25/50% dari kecepatan yang diatur pada program atau mesin
100%
: Kecepatan pemakanan 100% dari kecepatan yang diatur pada program atau
mesin
Program
Protect : Digunakan untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan program
dirubah
Lamp
Indikator : Digunakan sebagai penunjukan dari kegiatan/aaktivitas yang
telah di lakukan. Jika melakuakan Point zero retrun maka lampu indikator X, Y,
Z akan meyala. Jika mengaktifkan coolan secara manual ataupun otomatis maka
lampu inidkator akan menyala dan Jika Spindle Clam telah terkunci maka lampu
indikator akan menyala.
Block Delete
: Tombol ini berfungsi untuk melompati atau tidak mengeksekusi program
yang di dalamnya terdapat “ / “ . Jika tombol ini diaktifkan atau di tekan maka
mesin tidak akan mengeksekusi program yang terdapat tanda /.
DNC
: Digunakan jika program manufaktur yang akan digunakan terlalu besar, dan
jika tombol ini di aktifkan maka program dapat dibuat melalui PC dan di
transfern ke CNC yang di sambungkan menggunakan kabel RS-233C
Magazine
Turn : Digunakan untuk mengaktifkan pergantian tool yang di panggil dalam
program, dan dapat pula digunakan untuk memilih tool yang akan di panggil
secara manual menggunakan mode MDI
Arm Origin
: Digunakan untuk membantu mengembalikan posisi arm yang terganggu akibat
kesalahan (listirk padam dan pergantian tool belum terselesaikan).
Bed Coolant
: Digunakan untuk mengaktifkan bad coolnt motor
Auto Return
: Digunakan untuk mengembalkikan posisi sumbu ke posisi 0 mesin secara
otomatis
Open
& Close : Untuk mengaktifkan operasi manual penggunaan pintu
Release
: Jika tombol Release aktif maka pintu di izinkan untuk dibuka pada saat
spindle berputar. Namun jika tombol off maka sebaliknya.
Forward
: Untuk memutar Spindle searah jarum jam secara manual
Stop
: Untuk menghentikan putaran spindle pada manual mode
Reverse
: Untuk memutar spindle berlawanan arah jarum jam secara manual
Digunakan
untuk menggerakan posisi sumbu X, Y, Z pada saat mesin dalam mode handle
X1
: 0,001 mm / strip
X10
: 0,01 mm / strip
X100
: 0,1 mm / strip
3.6 PENGOPRASIAN STANDAR MESIN
3.6.1 Cara
Menghidupkan Mesin
1. Putar saklar utama
2. Release Emergency Stop
3. Tekan Tombol Power ON
3.6.2. Cara
Mematikan Mesin
1. Posisikan sumbu mersin pada posisi
zero return
2. Tekan Tombol Emergency Stop
3. Tekan tombol OFF
4.
Putar sklar utama pada posisi OFF
5.
Posisikan MCB pada posisi OFF
3.7 Cara Mengembalikan Posisi Sumbu ke titik
0 mesin (Zero Point Return)
METODE 1
A.
Posisikan Switch mode pada posisi handle
B.
Tekan tombol auto return
METODE 2
A.
Posisikan Switch mode pada posisi ZRN
B.
Posisikan switch axis select pada posisi Z
C.
Tekan tombol axis+
D.
Lakukan hal yang sama untuk sumbu/axis X dan Y
METODE 3
A.
Posisikan Switch mode pada posisi MDI
B.
Masukan perintah / program manual dengan menginput:
G91 G28 Z0 ;
G91 G28 X0 ;
G91 G28 Y0 ;
C.
Tekan tombol Insert pada panel
D.
Tekan tombol Cycle Star untuk memulai zero point
return
3.8 Menggerakan Axis/Sumbu ke arah +X,
+Y, +Z atau -X, -Y, -Z
METODE 1
A.
Posisikan Switch mode pada posisi handle
B.
Gunakan handle untuk menggerakan sumbu
C. Posisikan axis select yang ada pada handle ke
posisi X/Y/Z
D. Posisikan Rapid yang akan di pakai untuk
menggerakan axis / sumbu
X1
= 0,001 mm / strip
X10
= 0,01 mm / strip
X100 = 0,1 mm / strip
E. Putar
Sumbu/axis kearah negatif (-) atau kerah positif (+
METODE 2
A. Posisikan
Switch mode pada posisi JOG
B. Posisikan
axis select yang ada pada panel ke posisi X/Y/Z
C. Pilih
kecepatan pergerakan yang akan dipakai dengan memutar switch
“Feedrate Override” sesuai yang di
butuhkan.
D. Tekan dan
tahan tombol Axis+ / Axis- untuk menggerakan sumbu/axis
METODE 3
A.
Posisikan Switch mode pada posisi RPD
B.
Posisikan axis select yang ada pada panel ke posisi
X/Y/Z
C.
Pilih kecepatan pergerakan yang akan dipakai dengan
memutar switch “Rapid Override” sesuai yang di butuhkan.
D.
Tekan dan tahan tombol Axis+ / Axis- untuk menggerakan
sumbu/axis
3.9 Memutar Spindle Mesin
METODE 1
A.
Posisikan switch mode pada posisi Handle/JOG/RPD/ZRN
(Manual Mode)
B. Tekan tombol Forward untuk
putaran searah jarum jam dan tekan tombol Reverse untuk putaran berlawanan arah jarum
jam.
C.
Kecepatan atau RPM spindle mengikuti RPM terakhir yang
dipakai mesin, namun dapatdiatur kembali kecepatannya dengan memutar “Spindle
Regulation”.
D.
Tekan tombol stop pada panel untuk menghentikan
putaran
METODE 2
A.
Posisikan switch mode pada posisi MDI
B.
Masukan perintah / program manual dengan menginput
S1500 M03 untuk putaran searah jarum jam dan S1500 M04 untuk putaran
berlawanan arah jarum jam.
C.
Tekan tombol Insert pada panel
D.
Tekan tombol cycle start /On untuk memulai memutar
spindle
E.
Tekan tombol Stop atau Reset untuk menghentikan
putaran spindle
3.10 Memanggil
Tool
A. Lihat posisi tool yang sedang di pakai
B. Posisikan switch mode pada posisi
MDI
C. Masukan
perintah / program manual dengan memasukan T2 M6 untuk memanggil tool no 2
D. Tekan tombol Insert pada panel
E. Tekan tombol
Cycle Start / On untuk memulai mengganti tool
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari hasil praktek kerja lapangan pembahasan tentang pengoprasian mesin CNC di PT GUNJAYA DUA BERSAUDARA maka diambil
kesimpulan :
1.
Dengan adanya mesin CNC ini, maka Perusahaan dapat
lebih mudah memproduksi barang mentah menjadi barang jadi dan siap pakai.
2.
Mempercepat proses pengerjaan barang sehingga target
produksi dapat tercapai seseuai waktu yang di harapkan konsumen
5.2 Saran
Untuk
pengembangan lebih lanjut maka penulis memberikan saran yang sangat bermafaat
dan dapat membantu manajemen PT GUNJAYA DUA BERSAUDARA untuk masa yang akan
datang, yaitu :
1.
Perlunya pelatihan membaca gambar dan
membuat program diadakan terhadap operator yang akan mengoprasikan mesin cnc
agar lebih cepat memahami mesin dan proses produksi yang akan di kerjakan.
DAFTAR PUSTAKA
http://belajar-tanpa-henti.blogspot.co.id/2015/08/cara-mengoperasikan-mesin-cnc-milling_24.html




































































Kami adalah perusahaan yang khusus menjual produk Pelumas/Oli dan Grease/Gemuk untuk sektor Industri.
BalasHapusOli yang kami pasarkan diantaranya untuk aplikasi : Diesel Engine Oil, Transmission Oil, Gear Oil, Compressor Oil, Hydraulic Oil, Circulating & Bearing, Heat Transfer Oil, Slideway Oil, Turbine Oil, Trafo Oil, Metal Working Fluid, Synthetic Oil, Corrosion Preventive, Wire Rope, Specialities Oil dan aneka Grease/Gemuk.
Untuk informasi bisa menghubungi saya di email tommy.transcal@gmail.com
WA=081310849918
Terima kasih