BAB I
PENDAHULUAN
1.1        Latar Belakang
Jenjang pendidikan lanjut diploma III program studi teknik mesin tidak hanya diberikan materi dalam bentuk teori, tetapi juga penerapan kedalam dunia industri dimana para lulusannya dapat mengasah kemampuannya dalam menyelesaikan masalah yang dialami oleh perusahaan dan mengambil manfaat berupa ilmu-ilmu yang terkandung didalamnya. Dalam hal ini dunia perkuliahan tidak mampu memberikan pengalaman dalam penyelesaian masalahnya, oleh karena itu mahasiswa diharuskan terjun langsung ke dunia industri sebagai gambaran terhadap masalah yang akan dihadapi. pada dasarnya terdapat hubungan yang saling menguntungkan antara dunia industri dan dunia pendidikan, dimana dunia industri menyediakan lapangan pekerjaan dengan berbagai permasalahannya sedangkan dunia pendidikan menyediakan sumber daya yang diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan dengan berbagai macam pendekatan.
Melalui program Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang selenggarakan Jurusan Teknik Mesin Politeknik Gunakarya Indonesia pada semester V, penulis selaku mahasiswa magang di PT.Gunjaya Dua Bersaudara selama 1 bulan diharapkan agar siap untuk terjun ke dunia industri kelak melalui pengembangan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Selain itu dapat beradaptasi dengan teknologi yang digunakan di dalam dunia industri saat ini. Teknologi memiliki arti sebagai proses, alat, metode, produser, dan piranti yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Pemilihan teknologi akan mempengaruhi desain pekerjaan, produktivitas, kualitas, dan strategi perusahaan.
1.2        Tujuan
1.2.1  Tujuan umum
Secara umum tujuan (PKL) pada program Diploma III adalah berkaitan dengan misi program Diploma untuk menghasilkan lulusan dengan keterampilan teknis yang tinggi di bidang kompetensi jurusan masing-masing.
1.2.2  Tujuan khusus
1.        Agar mahasiswa memahami penerapan keilmuan yang telah dipelajari selama mengikuti kuliah/laboratorium.
2.        Mengasah kemampuan mahasiswa menyelesaikan masalah (problem solving), yang dihadapi perusahaan sehari-hari dengan menggunakan perangkat-perangkat yang telah dipelajari.
3.        Membiasakan mahasiswa dengan kultur kerja yang sangat berbeda dengan kultur belajar dari segi manajemen waktu, keterampilan, komunikasi, dan kerjasama tim serta tekanan yang lebih tinggi untuk menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu.

4.        Disamping manfaat bagi mahasiswa peserta PKL, program PKL pada jurusan  masing-masing dirancang untuk juga memberi manfaat bagi perusahaan tempat PKL.

1.3        Tempat Dan Waktu Magang
1.3.1  Tempat Magang
Adapun tempat pelaksanaan magang, PT Gunjaya Dua Bersaudara yang berlokasi di Jln. Raya Kedaung - BKKBN Rt 001 Rw 06 No. 55 Cimuning Kec. Mustika Jaya Bekasi.
1.3,2  Waktu Magang
Pelaksanaan magan industri atau PKL dilakasanakan pada tanggal 13 desember 2016 hingga 14 Januari 2017.













BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN TEMPAT PKL

2.1        Profil Perusahaan
DATA UMUM PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN
: PT. GUNAJAYA DUA
  BERSAUDARA

ALAMAT
: Jln. Raya Kedaung - BKKBN Rt 001   Rw 06 No. 55 Cimuning Kec. Mustika Jaya – Bekasi


TELEPON/FAX
: 021-82602451/021-8252517

E-MAIL


LEGALITAS PERUSAHAAN
AKTA PENDIRIAN
: SK MENKEH & HAM RI NO.
  C-  34.HT.03.02.TH.2004


SK BADAN PERTANAHAN NASIONAL NO. 12-X.A.2005
SIUPP
: NO.510/PK/1480/BPPT.4
NPWP
: 21.089.025.7-432.000


VISI
Mengembangkan industri permesinan dengan teknologi dan mangement manufacture moderen untuk menghasilkan produk :
1. Berkualitas yang tinggi
2. Harga yang kompetitif
3. Ketepatan waktu pengiriman
4. Kemampuan beradaptasi terhadap perusahaan

MISI
Menjalin Kemitraan dan kesejahteraan demi kesuksesan Usaha bersama

SEJARAH
Cv.Gun jaya teknik adalah Perusahaan yang dikembangkan dari rintisan industri Manufacture kecil. Berdiri sejak Tahun 2004,dengan jumlah karyawan 2 orang. Tidak kurang dari 30 Perusahaan di sekitaran Bekasi,Bogor,Jakarta,
Hingga Karawang telah menjaadi mitra bisnis kami, di antaranya :
1.PT. Astra Otoparts Tbk
2.PT. Enkei Indonesia
3.PT. Aisan Nasmoco Industry
4.PT. Yamaha Indonesia
Hingga sekarang Jumlah Karyawan Cv.Gun jaya teknik Mencapai 25 orang yang ahli di bidang masing-masing,selain itu semakin di modernisasi dengan menambah jumlah mesin CNC dengan kapasitas dan kualitas tinggi.
2.2     Struktur Organisasi Perusahaan Dan Tugas Departemen
Description: D:\data\mata kuliah\POLTEK TM\doc pkl\FOLDER GUNJAYA\Struktur Organisasi1.jpg








2.3       Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Dalam suatu lingkungan pekerjaan keselamatan kerja adalah faktor yang paling penting disamping faktor-faktor lainnya. Keselamatan kerja mutlak diperlukan bagi seorang pekerja, supaya ia bisa bekerja secara aman dan nyaman. Setiap karyawan wajib mendapatkan jaminan keselamatan dalam bekerja. Setiap karyawan akan mencintai pekerjaannya dengan adanya jaminan keselamatan dan kesehatan dalam pekerjaannya, dengan demikian produktifitas akan meningkat dan sesuai denga target yang direncanakan.
Keselamatan kerja menyangkut aspek seorang pekerja (karyawan), orang disekitarnya, mesin yang digunakan dan lingkungan tempat bekerja, dan masyarakat sekitar lokasi industri). Pemerintah juga mengatur tentang keselamatan dan kesehatan kerja di industri sebagai jaminan hukum antara hubungan perusahaan, pekerja, dan lingkungan masyarakat di sekitar area pabrik.
Beberapa keselamatan dan keselamatan kerja yang telah diatur dalam undang-undang antara lain :
1.        Semua pihak (pekerja dan perusahaan) wajib menaati ketentuan-ketentuan tentamg keselamatan dan kesehatan kerja.
2.        Karyawan wajib menaati prosedur dan langkah-langkah keselamatan kerja yang telah ada dan ditentukan bagi pekerjaannya masing-masing, termasuk dalam menggunakan alat-alat pelindung keselamatan dan kesehatan kerja yang diperuntukan bagi karyawan tersebut serta wajib menjaga alat-alat tersebut.
3.        Tidak dibenarkan merokok di area pabrik, gudang atau tempat lainnya dimana terdapat tulisan DILARANG MEROKOK, kecuali ditepat yang ditempat yang telah disediakan oleh perusahaan.
4.        Setiap karyawan wajib berusaha untuk menghindarkan segala kemungkinan yang dapat mendatangkan kecelakaan, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang disekitarnya dan lingkungan.



















BAB III
 PEMBAHASAN
CARA MENGOPERASIKAN MESIN CNC MILLING
3.1       Prinsip Dasar CNC Milling Machine     
Mesin perkakas CNC adalah mesin perkakas yang dalam pengoperasian adalah proses penyayatan benda kerja oleh pahat dibantu dengan kontrol numerik komputer atau CNC ( Computer Numerical Control ).Untuk menggerakkan pahat pada mesin perkakas CNC disepakati menggunakan sistem koordinat.
 Sistem koordinat pada mesin CNC milling adalah sistem koordinat dengan tiga sumbu/axis yaitu sumbu X , Y dan sumbu Z. Sumbu X didefinisikan sebagi sumbu yang bergerak horizontal, Sumbu Y didefinisikan sebagai sumbu yang bergerak melintang, dan sumbu Z didefinisikan sebagai sumbu yang bergerak vertikal.
        Milling process adalah sebuah proses permesinan dimana alat potong atau cutting tool berputar pada spindle nya dan benda kerja bergerak kearah memanjang dan melintang sejauh pemotongan yang di inginkan.
3.2       Standar Keselamatan Kerja
Sebelum mempelajari tentang proses permesinan dengan mesin CNC, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghindarkan hal-hal yang akan mengakibatkan kecelakaan kerja maupun kerusakan mesin.
  • Gunakan pakaian kerja yang pas dibadan, jangan terlalu longgar, buang atau rapikan bagian-bagian pakaian yang menjuntai
  • Gunakan selalu sepatu keselamatan (safety shoe)
  • Gunakan kacamata pelindung ketika berhadapan dengan mesin yag sedang beroperasi
  • Jangan terlalu dekat dengan meja mesin di saat Pergantian Tool Otomatis (Auto Tool Change) berlangsung.
  • Jangan mengganti tool di magazine tool pada saat mesin beroperasi
  • Jangan membersihkan chip, terutama yang berada di meja mesin pada saat mesin beroperasi
  • Jangan membuka pintu panel (bagian belakang mesin) pada saat mesin sedang beroperasi
  • Jangan menggunakan sumber arus yang cepat berubah seperti arus yang dipakai oleh mesin las di area yang berdekatan dengan mesin CNC.
  • Apabila terjadi hal hal yang tidak diinginkan pada saat mesin sedang beroperasi, hentikan mesin segera dengan menekan tombol Emergency Stop.
  • Hentikan putaran mesin dan pergerakan meja maupun spindle sebelum memasuki mesin untuk penggantian part mesin, pembersihan, ataupun penyesuaian.
  • Matikan mesin sebelum melakukan perbaikan mesin
  • Hindarkan sirkuit atau kabel yang terbuka tanpa pengaman.
  • Bersihkan dinding taper (miring) pada bagian dalam spindle arbor. Hal ini harus benar benar diperhatikan agar keakurasian pemotongan cutter dapat terjamin
  • Perhatikan pencekaman benda kerja. Jika benda kerja di cekam pada fixture ataupun pada meja mesin, pastikan pencekamannya kuat.
  • Pengoperasian tombol panel. Jangan menekan tombol ataupun switch dengan memakai sarung tangan
  • Jangan menyentuh chips dengan tangan telanjang, gunakan sarung tangan
  • Jaga kebersihan lantai di sekitar mesin.
  • Pastikan koridor/gang/jalan disekitar mesin bersih dari barang-barang yang menghalangi.
  • Ingatkan rekan kerja soal keselamatan kerja dan kebersihan area kerja
  • Pastikan hanya operator yang ditunjuk yang boleh mengoperasikan mesin.
  • Jangan mengoperasikan mesin, kecuali yakin tidak akan membahayakan diri dan rekan kerja,
  • Jangan meletakkan tool dan alat perlengkapan di dalam mesin yang sedang beroperasi.
  • Kembalikan tool dan alat ke tempat semula setelah dipakai.
  • Jangan menyentuh bagian mesin yang berputar.
  • Jangan memposisikan anggota badan pada celah mesin pada saat mesin sedang beroperasi.
  • Jangan membersihkan atau melumasi bagian mesin pada saat mesin sedang
  • beroperasi.
  • Jangan membersihkan bagian mesin yang berputar menggunakan kain lap.
  • Jangan melepas label peringatan yang telah ditempelkan di mesin.
  • Jangan memakai perhiasan saat mengoperasikan mesin, seperti cincin, gelang, kalung maupun sejenisnya.
  • Mengerti, hafal dan paham akan aturan keselamatan kerja
  • Biasakan berdoa sebelum bekerja
3.3       Komponen-komponen mesin
3.3.1    Meja mesin
Mesin milling CNC bisa bergerak dalam 2 sumbu yaitu sumbu X dan sumbu Y. Untuk masing-masing sumbunya, meja ini dilengkapi dengan motor penggerak, ball screw plus bearing dan guide way slider untuk akurasi pergerakannya. Untuk pelumasannya, beberapa mesin menggunakan minyak oli dengan jenis dan merk tertentu, dan beberapa mesin menggunakan grease. Pelumasan ini sangat penting untuk menjaga kehalusan pergerakan meja, dan menghindari kerusakan ball screw, bearing atau guide way slider. Untuk itu pemberian pelumas setiap hari wajib dilakukan kecuali mesin tidak digunakan. Meja ini bisa digerakkan secara manual dengan menggunakan handle eretan.
Description: https://sujanayogi.files.wordpress.com/2010/03/table-masin.jpg?w=500
Meja mesin
3.3.2    Spindle mesin
Spindle mesin merupakan bagian dari mesin yang menjadi rumah cutter. Spindle inilah yang mengatur putaran dan pergerakan cutter pada sumbu Z. Spindle inipun digerakkan oleh motor yang dilengkapi oleh transmisi berupa belting atau kopling. Seperti halnya meja mesin, spindle ini juga bisa digerakkan oleh handle eretan yang sama. Pelumasan untuk spindle ini biasanya ditangani oleh pembuat mesin. Spindle inilah yang memegang arbor cutter dengan batuan udara bertekanan.
Description: https://sujanayogi.files.wordpress.com/2010/03/spindle.jpg?w=500
Spindle mesin
3.3.3    Magasin Tool
Satu program NC biasanya menggunakan lebih dari satu tool/cutter dalam satu operasi permesinan. Pertukaran cutter yang satu dengan yang lainnya dilakukan secara otomatis melalui perintah yang tertera pada program. Oleh karena itu harus ada tempat khusus untuk menyimpan tooltool yang akan digunakan selama proses permesinan.
Magasin Tool adalah tempat peletakkan tool/cutter standby yang akan digunakan dalam satu operasi permesinan. Magasin tersebut memiliki banyak slot untuk banyak tool, antara 8 sampai 24 slot tergantung jenis mesin CNC yang digunakan.
Description: https://sujanayogi.files.wordpress.com/2010/03/magasin.jpg?w=500
Tool Magazine
3.3.4    Monitor
Pada bagian depan mesin terdapat monitor yang menampilkan data-data mesin mulai dari setting parameter, posisi koordinat benda, pesan error, dan lain-lain.
Description: https://sujanayogi.files.wordpress.com/2010/03/monitor.jpg?w=500
Monitor
3.3.5         Panel Control
Panel control adalah kumpulan tombol-tombol panel yang terdapat pada bagian depan mesin dan berfungsi untuk memberikan perintah-perintah khusus pada mesin, seperti memutar spindle, menggerakkan meja, mengubah setting parameter, dan lain-lain. Masing-masing tombol ini harus diketahui dan dipahami betul oleh seorang CNC Setter
Description: https://sujanayogi.files.wordpress.com/2010/03/panel-control.jpg?w=500
Panel kontrol
3.3.6        Coolant hose
Setiap mesin pasti dilengkapi dengan sistem pendinginan untuk cutter dan benda kerja. Yang paling umum digunakan yaitu air coolant dan udara bertekanan, melalui selang yang dipasang pada blok spindle.
Description: https://sujanayogi.files.wordpress.com/2010/03/coolant-hose.jpg?w=500
Coolant hose
Ke-enam komponen tersebut harus dipelajari terlebih dahulu dan dipahami sebelum melangkah ke bab berikutnya.
3.4       Perawatan mesin
Bab ini sangat penting untuk dipahami. Pelajari terlebih dahulu cara merawat mesin dengan benar, baru kemudian belajar cara pengoperasiannya. Bagian-bagian yang harus dirawat antara lain : Kebersihan bodi mesin, Pelumas ball screw meja, pelumas untuk silinder udara pada spindle (apabila ada), saringan udara pada  dinding panel belakang, dan lain-lain.
3.4.1             Pelumas ball screw
Beberapa mesin menggunakan oli sebagai pelumas, pelumas ini biasanya ditampung dalam tabung plastik yang ditempatkan di bagian belakang mesin. Tabung ini dilengkapi dengan sensor yang terhubung dengan mesin yang akan memberikan peringatan apabila jumlah oli sudah tidak mencukupi. Jumlah oli pelumas ini harus di periksa setiap hari dan ditambah apabila perlu . Jenis oli yang bisa digunakan antara lain Vactra Oil no 2, ESSO K68, Shell T68. Beberapa perusahaan menggunakan oli Hidrolik no 32, namun hal ini tidak dianjurkan. Satu hal yang juga sangat penting dilakukan terkait dengan pelumas ball screw ini adalah kepastian terdistribusikannya pelumas ini secara merata ke tempat-tempat yang seharusnya. Pelumas ini di distribusikan dari tabung belakang menuju meja mesin melalui pipa kecil dengan bantuan pompa. Apabila ada measalah dengan sistem distribusi, maka meja aka bergerak tanpa pelumas, akibatnya dalam waktu singkat ball screw akan rusak (aus, terbakar, dll), bearing akan hancur, dan biaya yang dikeluarkan untuk memperbaikinya akan sangat mahal. Pastikan bahwa pelumas terdistribusi dengan benar dengan cara membuka tutup meja secara periodik dan memeriksa apakah pelumas terdistribusi dengan benar. Lakukan pemeriksaan ini sebulan sekali. Gejala awal dari kerusakan ball screw atau bearing dapat dideteksi dari bunyi kasar yang dikeluarkan meja ketika meja digerakkan. Lakukan segera pemeriksaan apabila ini terjadi.
Description: https://sujanayogi.files.wordpress.com/2010/03/minyak-pelumas.jpg?w=500
   Ball Screw                                 Tabung pelumas
3.4.2             Pelumas Guide way slider
Mesin Milling CNC memiliki 4 buah Guide way slider, yaitu perangkat yang menyangga semua beban berat meja, dan membawa meja bergerak ke sumbu  dan Y. Guide way ini bertanggung jawab atas akurasi pergerakkan meja dan kemulusan gerakannya. Hubungan antara guide way, rel landasan dan meja mesin adalah mutlak sliding fit, tidak diperkenankan adanya kelonggaran sedikitpun. Apabila itu terjadi, maka akurasi pergerakan akan melenceng jauh, dan bearing serta ball screw akan cepat rusak. Untuk menjaga konsistensinya, pergerakan guide way ini juga harus selalu dibantu oleh pelumas. Kebanyakan mesin menyatukan pelumas ini dengan pelumas pada ball screw. Tetapi ada beberapa mesin yang memisahkannya. Untuk tipe mesin ini Anda harus memeriksa distribusi pelumasan juga secara terpisah.
Description: https://sujanayogi.files.wordpress.com/2010/03/guide-way.jpg?w=500
Guide Way Slider
3.4.3             Pelumas untuk Silinder udara bertekanan pada proses ATC (Auto Tool Change)
Pada proses ganti tool secara otomatis, mesin menggunakan pneumatic cylinder yang dibantu udara bertekanan (angin) sebagai tenaganya. Udara bertekanan itu mendorong poros yang ada didalam Cylinder yang pada gilirannya akan mendorong tuas pada magasin untuk mengeluarkan tool. Untuk cylinder inipun dibutuhkan pelumas yang harus selalu kita periksa kecukupannya. Pelumas ini biasanya diletakkan pada tabung plastik kecil yang diletakkan di depan cylindernya. Meskipun pelumas untuk cylinder ini sangat awet, bisa bertahan sampai bertahun-tahun tanpa harus ditambah, tetapi pemeriksaan secara periodik tetap harus dilakukan untuk mengantisipasi kebocoran. Jenis pelumas untuk cylinder ini bisa menggunakan oli hidrolik no.32, oli yang sama yang biasa digunakan pada mesin jahit.
Description: https://sujanayogi.files.wordpress.com/2010/03/pelumas-silinder.jpg?w=500
Pelumas ATC Pneumatic Cylinder
3.4.4             Saringan udara panel belakang mesin.
Pada bagian belakang mesin terdapat panel tempat menyimpan perangkat keras mesin tersebut. Panel tersebut berisi kartu pengatur (untuk spindle, motor servo, amplifier),  relay dan lain-lain. Pada saat mesin dihidupkan, hal ini akan meningkatkan suhu pada ruangan dalam, oleh karena itu pada pintu panel belakang biasanya dipasang satu exhaust fan yang menarik udara luar ke dalam ruangan panel selama mesin di hidupkan. Pada pintu fan ini di pasang filter mat untuk menyaring debu yang ikut tertarik, dan filter ini akan cepat sekali kotor tertutup debu (tergantung dari lingkungan ruangan mesin ditempatkan). Apabila filter ini tersumbat debu, fan akan gagal mendinginkan ruangan panel, dan akibatnya hardware dalam ruangan panel akan mengalami overheat dan mengalami kerusakan. Bersihkan filter fan pada pintu ruangan panel belakang SETIAP HARI.
Description: https://sujanayogi.files.wordpress.com/2010/03/filter-mat.jpg?w=500
Saringan udara panel masin
3.4.5             Tangki Coolant
Setiap mesin memiliki tangki khusus untuk penampungan coolant (pendingin) dengan kapasitas yang berbeda-beda, berkisar antara 200 hingga 700-an liter air, tergantung dari ukuran mesin. Alur yang terjadi pada proses pendinginan benda kerja oleh coolant adalah sebagai berikut : coolant pada tangki ditarik oleh pompa menuju inlet yang terpasang pada (biasanya blok spindle mesin) melalui selang fleksible. Inlet akan mengeluarkan coolant ke arah benda kerja atau tool (tergantung arah yang dinginkan operator) dengan kapasitas semburan yang bisa di atur. Coolant tersebut kemudian akan mengalir kembali ke dalam tangki coolant yang berada di bagian bawah mesin. Pada saat coolant kembali mengalir ke tangki penampungan, chip yang halus akan ikut terbawa masuk karena ukurannya yang kecil sehingga bisa masuk ke celah yang kecil dan berbobot cukup ringan sehingga mudah terbawa arus coolant. Tumpukan chip halus pada tangki coolant dalam jumlah banyak akan mengakibatkan tersumbatnya saluran keluar dari tangki menuju selang, dan akibatnya coolant tidak akan keluar dari inlet. Permesinan pada material logam HARUS SELALU MENGGUNAKAN COOLANT. Bersihkan tangki secara periodik (2 minggu sekali atau sebulan sekali, tergantung dari produktifitas mesin dan jenis material yang digunakan).
Description: https://sujanayogi.files.wordpress.com/2010/03/coolant-tank.jpg?w=500
Tanki Coolant
Selain perawatan rutin komponen di atas, kebersihan bodi mesin secara keseluruhan harus dijaga SETIAP HARI KERJA tanpa kecuali.




3.5       Tombol pada panel control
Panel kontrol adalah pusat pemerintahan dari mesin CNC. Dari panel kontrol inilah semua perintah pergerakan mesin dikeluarkan. Setiap Setter mutlak harus memahami semua fungsi dari panel kontrol.
Description: https://sujanayogi.files.wordpress.com/2010/03/panel-control-2.jpg?w=500



3.5.1    Panel Kontrol CNC Milling Machine
                 Pada prinsip nya kontrol panel pada setiap merk mesin CNC Milling memiliki kesamaan fungsi dan kegunaan, hanya saja perbedaan biasanya berada pada jenis tombol yang di pakai dan ada pula beberapa fungsi tombol yang fungsi dan kegunaannya merupakan gabungan dari beberapa tombol pada panel lain. Dikarenakan fungsi dan kegunaan dari setiap tombol dalam kontrol panel memiliki kesamaan sehingga Dalam penjelasan panduan ini akan mengacu pada penggunaan mesin CNC Milling Merk Tongtai (Topper-TMV-720A) dengan control FANUC. Berikut gambar kontrol panel mesin CNC Milling merk Tongtai :

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsy451wd_Li7EqlqkQyucHWPEt4-8IL8ZoNKA4jYUdSpVCS72XMk6eMrEp0kzW_N-v63TL5LxvfAt6a53jtXNHJ8MMtYSQisUHiYwwpCU5Y8HEPR_hG3PA5fl2fBNNmiwVYXctcc2O9zw3/s320/Capture.PNG
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjp3KfJAFYTjsI2H5lwtwsLQM7nKz-zxHyh4IjXJrVK-5FX4K7ALt1CWqkmZLCEDyjIqVGioNucgiEKboKiU5kQyYtoVBgTp5XXhsmWj3BbBIRx2e57_zDKVm239czAG3XHZOHltbAkVFz/s320/Capture.PNG
3.5.2        Fungsi dari masing-masing tombol pada panel
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6s4HFOqheF0Li1EI_XCVQGZTGN_69YR8ziLoowRNJjoTbP8nS677YH9Y-KkjvaFmSLdUSmo9GRGoifXbWZfhXuAsfip4d5bUFXBh-v498oCgYNoG7HPzVr2otV0oCn-faJWxlcdDD_QJe/s320/Capture.PNG
EMERGENCY STOP : Untuk menghentikan semua sistem operasi pada mesin.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvuvviMg_t-TKvkp0Nuz7eDNI5JTnoNVv3nty4hJJVPnEtkYnYgICI89EdwwyjpjE7LZ43evefoYCnHfdrcxyd70eR1hhOilfQT8G1ZcW5XgqAeqMFQmWLGowtdbrLy04xKgiyMH7RBf50/s320/Capture.PNG
EDIT : Digunakan untuk memperbaiki atau membuat program baru atau untuk input dan output dari external device
MEMORY : Pilihan untuk menjalankan eksekusi dari program yang telah di buat ( AUTO MODE)
MDI : Pilihan mode untuk mode MDI ( Manual Data Input )
HANDLE : Digunakan untuk mengatur pergerakan sumbu/axis secara manual menggunakan handle
JOG : Digunkan untuk mengatur pergerakan sumbu/axis secara manual, kecepatan pergerakan diatur menggunakan “Feedrate Override”. Dan pergerakan sumbu/axis diatur menggunakan switch axis select dan tombol

RPD : Digunkan untuk mengatur pergerakan sumbu/axis secara manual, kecepatan pergerakan diatur menggunakan “Rapid Override”. Dan pergerakan sumbu/axis diatur menggunakan switch axis select dan tombol

ZRN : Digunakan untuk mengembalikan sumbu/axis ke sumbu awal mesin atau titik 0 pada mesin.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGGsTCfg-hs8BDoRLOJR0N9EESKhdMX9U897JoHKGmv37h66MdXJMFQP5OkQNcFhFKzpf_SmGT9C7H3Jg7rCA9CoxM2pkBjyQpnuTJx_U_8nM8IZegSHHf-bN4ok56_nA3p4HcwcoVdsz_/s1600/Capture.PNG
Regulation : Digunakan untuk mengurangi atau menambah kecepatan putaran spindle secara manual

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjidsETFK8MQDlHNdjFq_nNK4miveyZCM77wjJOgu2xeBb0CukxLWSVl5yri1IrrYyA_Q-aS_yzWla8XKqMg2A9Dxf92l5wzxxx0XogJi6FJyttkIp6zGKvlp7fBaxkmPOwAFl0E_PG5JZU/s1600/Capture.PNG
Coolant Key : Digunakan untuk mengidupkan coolan secara manula ataupun otomatis

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTs3hAZsPrjVxlNSTcEyM6SXGBBscZvZfyIBwISJH9a2HO1CG0DALA20Kj6DHFxk7fv5YrSZJlw1YTfAFWg5C9ef7fr5jsmb4k15cdrfqnBAIXPmM8XPyks-JwJSjEk_Ak1xv7NYstdClf/s1600/Capture.PNG
Feedrate Override : Digunakan untuk mengubah kecepatan pemakanan antara 0-150% dari kecepatan atau feeding yang diatur ddidalam program pada saat mesin dalam mode otomatis atau MDI dan mengatur kecepatan pergerakan sumbu/axis yang di lakukan secara manual pada saat mesin dalam mode JOG

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-f78D-AsxLl5wqVmmTDhewsZHZT23MTv4X7ykjucW4CEXqnOrClsUO4s4FvXL3F0netiV4QrOLpT56dCqY0esGpyoojsYNv0z8AJbPkGQWKI5g1HloNb2vEtD7D90WPlFfgy5Nvw7As7s/s1600/Capture.PNG
Spindle Speed : Digunakan untuk mengubah rpm dari spindle mesin antara 50-120 %.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjN_PF_Eiv_otSf70tvCsffheSv9t4D6iE_7RZ1awGmnaQyYEtYEzIA-2wipmWot1w4BP-4wkdPpa5J759OxGNzt2C37fZS99lLkH9d5zAB5d5CU2ed_ZJZEeTwl4GNrpx-MYfvoDNZl2b/s320/Capture.PNG

Digunakan untuk mengatur kecepatan pergerakan pemakanan “G0” yang diatur di dalam program.
1% : Kecepatan pemakanan 1% dari kecepatan yang diatur pada program atau mesin
5% : Kecepatan pemakanan 5% dari kecepatan yang diatur pada program atau mesin
25/50% : Kecepatan pemakanan 25/50% dari kecepatan yang diatur pada program  atau mesin
100% : Kecepatan pemakanan 100% dari kecepatan yang diatur pada program atau mesin
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IrLAL7KjDoCsktAf3OQKI-GbihEi99q4ckdHk2pZ-b-IO3rASe87vS4Tk4qvHlW8Tuz0eMnakgzwHW7Lxnb4Ja2hirqlkmi6LyHojFJqBeN-iKLvfK0fiVu8HAuuYoQgLjg5JPhYyDXP/s1600/Capture.PNG
Program Protect : Digunakan untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan program dirubah

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5vynzadOw0fZE7fbQtpacgghpPFOHDsHEoI-BWYGEIHlw2vOagLKlHy-Z_0Wuhjhmzs1NN42j8wQokYCslTk1cUp-OJf2rB21DTpT3Uk5_AVcFk5voM8hjIlinANrKgm2SsGzI5EG1M2u/s320/Capture.PNG
Lamp Indikator : Digunakan sebagai penunjukan dari kegiatan/aaktivitas yang telah di lakukan. Jika melakuakan Point zero retrun maka lampu indikator X, Y, Z akan meyala. Jika mengaktifkan coolan secara manual ataupun otomatis maka lampu inidkator akan menyala dan Jika Spindle Clam telah terkunci maka lampu indikator akan menyala.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFwzhzRG6VDYtcwfzycmMlCcTm6YrO59g3MmdkGRq0nOVmA4si7LBtbKl0urnSaFI2sr3xNwDr2ISz6_XXF0zGKNUPRXUGbJdXzvBw4GGgTmPkd54Dw_LLE3u1nKeQhmzcMDhp9DtMSoya/s1600/Capture.PNG
Block Delete : Tombol ini berfungsi untuk melompati atau tidak mengeksekusi program yang di dalamnya terdapat “ / “ . Jika tombol ini diaktifkan atau di tekan maka mesin tidak akan mengeksekusi program yang terdapat tanda /.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpnIsDssj6n_jxVsZ6l4rAB0eGSN6ez6Jk584aC4CaShuvNEeilYzYg6SdpjQSAH1V3Oz_yT5w_jjFNyeUvaaAenJ4LrX-ra-w7UJMb0K8NUvX_gqqGor7WLHAV9VsNjqOtqtgiVBJA1sX/s1600/Capture.PNG
DNC : Digunakan jika program manufaktur yang akan digunakan terlalu besar, dan jika tombol ini di aktifkan maka program dapat dibuat melalui PC dan di transfern ke CNC yang di sambungkan menggunakan kabel RS-233C

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSVeV3dpwdLsPwD9DIR081-bbIiJVG4EUhgDquHfIc6BE3mkhLmDbqCEm6804DlAZmEcHl6vQ4_1Lbe3CIWLB-KRQu_Nssondh1h_b94LZK1q7UQzQo0IindrWvtFyScArHLZ3FLPh437m/s1600/Capture.PNG
Magazine Turn : Digunakan untuk mengaktifkan pergantian tool yang di panggil dalam program, dan dapat pula digunakan untuk memilih tool yang akan di panggil secara manual menggunakan mode MDI

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiOWCb3EFB2bhe5DDNoj7q4eVHadmMcNF6JRV7kCSrobKBLICJD3M1l4iw7RMycHxB3gici8UrZFWIPqmIZ6boIjig3PMHAIhnOeZklQMIJX1Z8TKqvewIPONxCq1G7csAoQIAXsrP8A5-/s1600/Capture.PNG
Arm Origin : Digunakan untuk membantu mengembalikan posisi arm yang terganggu akibat kesalahan (listirk padam dan pergantian tool belum terselesaikan).

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1OFSZyzWdR4E-9nwJMsNPRYpsSPTO-brqVC1KCmdRwcCbwM9vD960T0e4LlmcAx67VgoGG5I5YZeDC3XXm9hhdk46zldJPQw_87TuVsZqFaN4aLDOCnbV3pDW_fFtuIi_Ovjn2pPcTGvF/s1600/Capture.PNG
Bed Coolant : Digunakan untuk mengaktifkan bad coolnt motor

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQDUYQGxk8kZyCgg5ybawgB33oPKM7KUUtoyVlPR25iNXNonuYpsslcAsDt0UCc4VT2J2GRL_ip3PYoyniFfCzAZSFuvloaeIJRverhVARxwIr5_TBJshrxEaEt68GRy0_ob228SXjzcpt/s1600/Capture.PNG
Auto Return : Digunakan untuk mengembalkikan posisi sumbu ke posisi 0 mesin secara otomatis

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhn11the3xrYBdsNoH2KSjAyKM6BvvaWafIGQ1hXQWvbH8O2sH8xJNDQ2GiZGmm1pcDmMaG-N6RJ2NqPlaWxe4GuV8VuYUhCudmlaNm091LSQQvfT3Cvtv-RQbZT0wHUPe8flYQtDvNZySw/s320/Capture.PNG
Open & Close : Untuk mengaktifkan operasi manual penggunaan pintu
Release : Jika tombol Release aktif maka pintu di izinkan untuk dibuka pada saat spindle berputar. Namun jika tombol off maka sebaliknya.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH706Za9i75EcB2HOwfLhOBQrabXok8xwA1qaZY4mFVydbwITBDf2DMBvlAqu4VJD1drsHNigIFMoIxGVRv1UojDGpVx2q4vL_p1c3JBRIwXnNWPUD1bYNEpclExhSAxGW326fQZZaqTDM/s320/Capture.PNG
Forward : Untuk memutar Spindle searah jarum jam secara manual
Stop : Untuk menghentikan putaran spindle pada manual mode
Reverse : Untuk memutar spindle berlawanan arah jarum jam secara manual

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRSZ3QJDG6WJFXw0KLA0ZmMPUx8-9rpVVsl2yYDCCSvTe-TPR4bkNM3QxEGu5U8OIOfXCmWaG4nNQe2f1BD_5b6V-wUrAsULpwFGwXK-BvoQkmaJYI0FU_M17sT90uqh-vHyvUKnmlDGxa/s320/Capture.PNG
Digunakan untuk menggerakan posisi sumbu X, Y, Z pada saat mesin dalam mode handle
X1 : 0,001 mm / strip
X10 : 0,01 mm / strip
X100 : 0,1 mm / strip
  
3.6       PENGOPRASIAN STANDAR MESIN
3.6.1      Cara Menghidupkan Mesin
1.    Putar saklar utama
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiG3qn9uqVxY1xA4ib3FSZPYWDaCx-dvyTyjPDZXmzcNk5xS1eytter67bWUHbrYM5VVsQoXqM-4Df1jHq6_r5uJqCV_UBQSz0WMzVSOxfWw6xxuzfSuK-PHoHPPAW7gYRgJXnB4txscegj/s1600/Capture.PNG
2.    Release Emergency Stop
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6s4HFOqheF0Li1EI_XCVQGZTGN_69YR8ziLoowRNJjoTbP8nS677YH9Y-KkjvaFmSLdUSmo9GRGoifXbWZfhXuAsfip4d5bUFXBh-v498oCgYNoG7HPzVr2otV0oCn-faJWxlcdDD_QJe/s320/Capture.PNG
3.    Tekan Tombol Power ON
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIHNu3UN5qFUD6iAaK2gjqAU8kPsrkVmoCJe2dG8g1pwykzIa6v5KlfxuGksCM6Myx4BRRd7HppIT1i2N6aBgxcFx7zZ4VpDmnHdNgIQhtZodKsQDVVx_nIBq0rQiIiXLx2mmCNBrPc61A/s1600/Capture.PNG

3.6.2.     Cara Mematikan Mesin
1.  Posisikan sumbu mersin pada posisi zero return
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdk8x5AFihYoSjVkZkelVIMGJu1NA1ccf63k3Ue9eMqzzM5EbPAt8QyTBa14OUUyLhi_vR0_HU701hQsnMxNyiiZRzKTz3XsSQdjr89lU7bgvk7WbkeTeIhcLHW9F8FOXl_L9N9U6WgG0-/s1600/Capture.PNG
2.  Tekan Tombol Emergency Stop
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6s4HFOqheF0Li1EI_XCVQGZTGN_69YR8ziLoowRNJjoTbP8nS677YH9Y-KkjvaFmSLdUSmo9GRGoifXbWZfhXuAsfip4d5bUFXBh-v498oCgYNoG7HPzVr2otV0oCn-faJWxlcdDD_QJe/s320/Capture.PNG
3.  Tekan tombol OFF
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhR2_Pa1__crTsHc0xkizZ_t3n-AsZM604UMkexNOQE2TWmeGQhUeBdGsTsw5ryyNOEM2hjPUV6hgCtklG66UBLECfgie9roFig5j5YIQCMF-oDsUyiEYqoYlg8CeDignF8IR_P1_IEocq1/s1600/Capture.PNG
4.    Putar sklar utama pada posisi OFF
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjL4Y44Dl8P7Trt53V7QBuKxTYclJSvDq4GoOLlPXGlE4_kBrFF76MmnKB8Lp7M3F4kYBkG2vLD9c_jDtH_BeL_MMYyc27yWG-_C-xD2dwkqys_rAPmMWP_d-juuqnNRbVROkQzI9ihe-_6/s1600/Capture.PNG
5.    Posisikan MCB pada posisi OFF

3.7       Cara Mengembalikan Posisi Sumbu ke titik 0 mesin (Zero Point Return)
METODE 1
A.    Posisikan Switch mode pada posisi handle
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEic3dB7ZPoU2IFTILREVqjriZJmP4Uiz2GPX0c6d4LI69ARmwYY_gFGLFLVLZMngEk810NWEtcOv6InnVEGKA3UrJrSYi5fuP1nKaihACZizDFeJ8ePZBxgLxN01zmNz197U7eeTsOCIucg/s1600/Capture.PNG
B.     Tekan tombol auto return
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisPSzQnKMrWQboKcNkH7Alwl0Q-9JER6Izojhyphenhyphene7QLVPjESxzTrCL-7PEjuVtr6kCE16r8a_tjWdgxbx4j-HGaNl9dUF5kycBSOZ2FiI8k4pYDQZR7XoSDwjnGeu_VHeHm5oBjIqtVB1tC/s1600/Capture.PNG
METODE 2
A.    Posisikan Switch mode pada posisi ZRN
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGPm1pLGB48a-QxmodlAfjdKh5sOF1FqZoYEZvD3wW2gNCOnFmwagkcq-LPk3YOprIoAgyoZfmGgkBOmWVAOGlZU540pNcA1ta-HOpNwsSC8CgraX9mGqQ6yLho1-dMDrFwUCbI_3_umuS/s1600/Capture.PNG
B.     Posisikan switch  axis select pada posisi Z
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCOUfVxwQ1q-_5fQAdSStZBFk1Bu_LsjLY4PUnZ-zwFED28jqnmzDcqt960bihVNa-tVHDworZGm5tdGsdgnyRQR3w-b4lUERSNuWkd_bkVRO7IqEU7sBB79HcsumStNwN2qIwi-AlwWeR/s1600/Capture.PNG
C.     Tekan tombol axis+
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRe1LPFF6nQ1AA0z0m2Vj8s5LmzWAG4qGDCCLKt-kpXwIMKfg7h_IuK1Z50JINe1Vm7wUf5E-70gQLY7vMerhSdWY05xCcfb0IryRi-o6Bcg5QFKZWeZ5ZOKU2RNvvSVG7_pTaknHwQ31s/s1600/Capture.PNG
D.    Lakukan hal yang sama untuk sumbu/axis X dan Y
METODE 3
A.    Posisikan Switch mode pada posisi MDI
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXBcNPN5ZDICQVb0W396EpS8kULVKs4YVNHO1LEG22WhEYJff01nxp0QHmcJ4u6Wu5EQZf1JuLjtKIeTUO3ZYNcfbTR-xyKAiXXoHFGGF4ZNyeobz7B4ikuvKBpEAhgryfcaEAV9dcvxIH/s1600/Capture.PNG
B.     Masukan perintah / program manual dengan menginput:
G91 G28 Z0 ;
G91 G28 X0 ;
G91 G28 Y0 ;




C.     Tekan tombol Insert pada panel
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMRTHTcsqqtO9kiq7NTkyjdqEE9v0mXCaVvQj_uvMVpc8uLcq6X3qh-eUK-qxhRGxH_VVJXS5vhPWHUpwgr4oHFernff1ro_u0R8zmWk26ag8Qg54sHVS3mm0M9PSyYVQhujjIojof9GUq/s1600/Capture.PNG
D.    Tekan tombol Cycle Star untuk memulai zero point return
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEBix1-wmtZJjq0WkGXd0vb_bGaYnFtEOeJ_6bSXHgAhuft882yFIKmhAPcYwkbxMp5BmjuLDHFvWqNWNPHeIlUXLi9utBNo8mJtjo2uCYry5tkBnymHVDfmDw_VjDTkwJcMOYHoRH5fJB/s1600/Capture.PNG
3.8       Menggerakan Axis/Sumbu ke arah +X, +Y, +Z atau -X, -Y, -Z
METODE 1
A.    Posisikan Switch mode pada posisi handle
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEic3dB7ZPoU2IFTILREVqjriZJmP4Uiz2GPX0c6d4LI69ARmwYY_gFGLFLVLZMngEk810NWEtcOv6InnVEGKA3UrJrSYi5fuP1nKaihACZizDFeJ8ePZBxgLxN01zmNz197U7eeTsOCIucg/s1600/Capture.PNG
B.     Gunakan handle untuk menggerakan sumbu
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2ARg2n2H8NTtHtWxX2pyRkisetkcvCMGjK8w5RuQEtykav5PtQWagrDqTqVHsVTQYCQLsaRQE7zPG9j7UXBS_EbqfvFbZslSP2BFTeY_IlIiG2Mgcx2nBHQGxlskbDfl6AaXgkLJ3WqnQ/s320/Capture.PNG


C.    Posisikan axis select yang ada pada handle ke posisi X/Y/Z
D.   Posisikan Rapid yang akan di pakai untuk menggerakan axis / sumbu
 X1   = 0,001 mm / strip
 X10  = 0,01 mm / strip
 X100 = 0,1 mm / strip
E. Putar Sumbu/axis kearah negatif (-) atau kerah positif (+
METODE 2
A.    Posisikan Switch mode pada posisi JOG
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhC206gV_9gn3pwgDAlcGwyh9pDVz-uHu6FofnvsrLMt1Y75PAiJDUihmcaIA5hJB4sc-6Oh_X2PkzLki4IMDOlKg7ArKGng5dRPqlnVqT8ad9f7k9edY8gddewb6LbsSOEMT2Fm4BAp9PR/s1600/Capture.PNG
B.     Posisikan axis select yang ada pada panel ke posisi X/Y/Z
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCOUfVxwQ1q-_5fQAdSStZBFk1Bu_LsjLY4PUnZ-zwFED28jqnmzDcqt960bihVNa-tVHDworZGm5tdGsdgnyRQR3w-b4lUERSNuWkd_bkVRO7IqEU7sBB79HcsumStNwN2qIwi-AlwWeR/s1600/Capture.PNG
C.     Pilih kecepatan pergerakan yang akan dipakai dengan memutar switch
       “Feedrate Override” sesuai yang di butuhkan.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTs3hAZsPrjVxlNSTcEyM6SXGBBscZvZfyIBwISJH9a2HO1CG0DALA20Kj6DHFxk7fv5YrSZJlw1YTfAFWg5C9ef7fr5jsmb4k15cdrfqnBAIXPmM8XPyks-JwJSjEk_Ak1xv7NYstdClf/s1600/Capture.PNG
D.    Tekan dan tahan tombol Axis+ / Axis- untuk menggerakan sumbu/axis
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRe1LPFF6nQ1AA0z0m2Vj8s5LmzWAG4qGDCCLKt-kpXwIMKfg7h_IuK1Z50JINe1Vm7wUf5E-70gQLY7vMerhSdWY05xCcfb0IryRi-o6Bcg5QFKZWeZ5ZOKU2RNvvSVG7_pTaknHwQ31s/s1600/Capture.PNG
METODE 3
A.    Posisikan Switch mode pada posisi RPD
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR3jWWIu3E1TUfHXHC4YRKrP3o_i3JXAcTEYeNlMDPqolkjNLxUSRKvZVdNN5wVbi2e4Vb3sFejwP61e4LvzGMd9b4u4mQnt2ICIgxixxB2NmmMQvg1GhRF54FD9127BjDhiEDS_hQLbNU/s1600/Capture.PNG
B.     Posisikan axis select yang ada pada panel ke posisi X/Y/Z
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCOUfVxwQ1q-_5fQAdSStZBFk1Bu_LsjLY4PUnZ-zwFED28jqnmzDcqt960bihVNa-tVHDworZGm5tdGsdgnyRQR3w-b4lUERSNuWkd_bkVRO7IqEU7sBB79HcsumStNwN2qIwi-AlwWeR/s1600/Capture.PNG
C.     Pilih kecepatan pergerakan yang akan dipakai dengan memutar switch “Rapid Override” sesuai yang di butuhkan.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjN_PF_Eiv_otSf70tvCsffheSv9t4D6iE_7RZ1awGmnaQyYEtYEzIA-2wipmWot1w4BP-4wkdPpa5J759OxGNzt2C37fZS99lLkH9d5zAB5d5CU2ed_ZJZEeTwl4GNrpx-MYfvoDNZl2b/s320/Capture.PNG

D.    Tekan dan tahan tombol Axis+ / Axis- untuk menggerakan sumbu/axis
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRe1LPFF6nQ1AA0z0m2Vj8s5LmzWAG4qGDCCLKt-kpXwIMKfg7h_IuK1Z50JINe1Vm7wUf5E-70gQLY7vMerhSdWY05xCcfb0IryRi-o6Bcg5QFKZWeZ5ZOKU2RNvvSVG7_pTaknHwQ31s/s1600/Capture.PNG

3.9       Memutar Spindle Mesin
METODE 1
A.       Posisikan switch mode pada posisi Handle/JOG/RPD/ZRN (Manual Mode)
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR3jWWIu3E1TUfHXHC4YRKrP3o_i3JXAcTEYeNlMDPqolkjNLxUSRKvZVdNN5wVbi2e4Vb3sFejwP61e4LvzGMd9b4u4mQnt2ICIgxixxB2NmmMQvg1GhRF54FD9127BjDhiEDS_hQLbNU/s1600/Capture.PNG
B.    Tekan tombol Forward untuk putaran searah jarum jam dan tekan tombol     Reverse untuk putaran berlawanan arah jarum jam.



Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirZVHpuat07pdScw_TWEH4gaBnVRhFoN1Gt-X2NHaX80oWVM6ygeJhsP8fSoPNbMZWCr7aSXGcS1PUNKFVswx6PRb5lrFW3qM1BZOU2Yqr5PCwQqCA3ffNLQCkbxcE8kGqki70a9B6Q8Mf/s400/1.PNG




C.     Kecepatan atau RPM spindle mengikuti RPM terakhir yang dipakai mesin, namun dapatdiatur kembali kecepatannya dengan memutar “Spindle Regulation”.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGGsTCfg-hs8BDoRLOJR0N9EESKhdMX9U897JoHKGmv37h66MdXJMFQP5OkQNcFhFKzpf_SmGT9C7H3Jg7rCA9CoxM2pkBjyQpnuTJx_U_8nM8IZegSHHf-bN4ok56_nA3p4HcwcoVdsz_/s200/Capture.PNG
D.    Tekan tombol stop pada panel untuk menghentikan putaran
METODE 2
A.    Posisikan switch mode pada posisi MDI
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXBcNPN5ZDICQVb0W396EpS8kULVKs4YVNHO1LEG22WhEYJff01nxp0QHmcJ4u6Wu5EQZf1JuLjtKIeTUO3ZYNcfbTR-xyKAiXXoHFGGF4ZNyeobz7B4ikuvKBpEAhgryfcaEAV9dcvxIH/s1600/Capture.PNG
B.     Masukan perintah / program manual dengan menginput S1500 M03 untuk putaran searah jarum jam dan S1500 M04 untuk putaran berlawanan arah jarum jam.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNW6RiDq5CCgewfLl0T2c2WvTnKxyP1Nr2W1TxvFzDcjqnt7OiVZtNTt8MnTYLpiBEHtgVRYOLKRALHzdAOBRGW8D57iHxJNQLOthorU4tyGa9IGzeku6_qCS0hqK70YNnNHm3CQdQ5V4I/s320/02.PNG


C.     Tekan tombol Insert pada panel
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMRTHTcsqqtO9kiq7NTkyjdqEE9v0mXCaVvQj_uvMVpc8uLcq6X3qh-eUK-qxhRGxH_VVJXS5vhPWHUpwgr4oHFernff1ro_u0R8zmWk26ag8Qg54sHVS3mm0M9PSyYVQhujjIojof9GUq/s1600/Capture.PNG
D.    Tekan tombol cycle start /On untuk memulai memutar spindle
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEBix1-wmtZJjq0WkGXd0vb_bGaYnFtEOeJ_6bSXHgAhuft882yFIKmhAPcYwkbxMp5BmjuLDHFvWqNWNPHeIlUXLi9utBNo8mJtjo2uCYry5tkBnymHVDfmDw_VjDTkwJcMOYHoRH5fJB/s1600/Capture.PNG
E.     Tekan tombol Stop atau Reset untuk menghentikan putaran spindle
3.10     Memanggil Tool
A. Lihat posisi tool yang sedang di pakai
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEil99hxJSHFmX4g5nOZ77xrFuCeKRTtlg448q-Km_4P_wL_TlWuwi2MzEeBNCjlny8YSDUIlatZsWo4DbApsu-I_-sRC-kDg5sggaTFOYu4tzeycCv9JMaV6R22I_jMV1LDRldnRnERgflw/s400/03.PNG
B.     Posisikan switch mode pada posisi MDI
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXBcNPN5ZDICQVb0W396EpS8kULVKs4YVNHO1LEG22WhEYJff01nxp0QHmcJ4u6Wu5EQZf1JuLjtKIeTUO3ZYNcfbTR-xyKAiXXoHFGGF4ZNyeobz7B4ikuvKBpEAhgryfcaEAV9dcvxIH/s1600/Capture.PNG



C.     Masukan perintah / program manual dengan memasukan T2 M6 untuk memanggil tool no 2
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-xrnMrUsMIUgsfc3ltSB1sm9_SjyrApsATfcNMrvx-fZwTbqRxwOSBOMa328eLn-a_3cnwm6qUeFB1Gtw2-MkMc7L9yaxEu1wZFzafTNaqIvEDJZExN8GCuJANeTa0caafCx2rJr67Sxr/s320/04.PNG

D.    Tekan tombol Insert pada panel
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMRTHTcsqqtO9kiq7NTkyjdqEE9v0mXCaVvQj_uvMVpc8uLcq6X3qh-eUK-qxhRGxH_VVJXS5vhPWHUpwgr4oHFernff1ro_u0R8zmWk26ag8Qg54sHVS3mm0M9PSyYVQhujjIojof9GUq/s1600/Capture.PNG

E.     Tekan tombol Cycle Start / On untuk memulai mengganti tool
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEBix1-wmtZJjq0WkGXd0vb_bGaYnFtEOeJ_6bSXHgAhuft882yFIKmhAPcYwkbxMp5BmjuLDHFvWqNWNPHeIlUXLi9utBNo8mJtjo2uCYry5tkBnymHVDfmDw_VjDTkwJcMOYHoRH5fJB/s1600/Capture.PNG










BAB IV
 KESIMPULAN DAN SARAN
5.1       Kesimpulan
Dari hasil praktek kerja lapangan pembahasan tentang pengoprasian mesin CNC di PT GUNJAYA DUA BERSAUDARA maka diambil kesimpulan :
1.         Dengan adanya mesin CNC ini, maka Perusahaan dapat lebih mudah memproduksi barang mentah menjadi barang jadi dan siap pakai.
2.         Mempercepat proses pengerjaan barang sehingga target produksi dapat tercapai seseuai waktu yang di harapkan konsumen
5.2       Saran
       Untuk pengembangan lebih lanjut maka penulis memberikan saran yang sangat bermafaat dan dapat membantu manajemen PT GUNJAYA DUA BERSAUDARA untuk masa yang akan datang, yaitu :
1.         Perlunya pelatihan membaca gambar dan membuat program diadakan terhadap operator yang akan mengoprasikan mesin cnc agar lebih cepat memahami mesin dan proses produksi yang akan di kerjakan.






DAFTAR PUSTAKA
http://belajar-tanpa-henti.blogspot.co.id/2015/08/cara-mengoperasikan-mesin-cnc-milling_24.html

Komentar

  1. Kami adalah perusahaan yang khusus menjual produk Pelumas/Oli dan Grease/Gemuk untuk sektor Industri.

    Oli yang kami pasarkan diantaranya untuk aplikasi : Diesel Engine Oil, Transmission Oil, Gear Oil, Compressor Oil, Hydraulic Oil, Circulating & Bearing, Heat Transfer Oil, Slideway Oil, Turbine Oil, Trafo Oil, Metal Working Fluid, Synthetic Oil, Corrosion Preventive, Wire Rope, Specialities Oil dan aneka Grease/Gemuk.
    Untuk informasi bisa menghubungi saya di email tommy.transcal@gmail.com
    WA=081310849918
    Terima kasih

    BalasHapus

Posting Komentar